Waktu kecil sering banget kita denger ejekan -atau bahk tan kita termasuk anak-anak yang hobi mengejek- tentang kondisi fisik teman kita. Misalnya, si gendut lah, si cungkring lah, si jangkung lah. Padahal disadari atau tidak, hal semacam itu termasuk dalam bullying. Belum tentu orang yang kita ejek itu bisa menerima semua perlakuan kita. Ya kalau dia dengan besar hati menerima kondisi fisiknya, bagaimana kalau tidak? Bukankah berarti kita menyakiti perasaan mereka?
Kondisi fisik yang merupakan bawaan sejak lahir seharusnya bukanlah sesuatu yang menjadi masalah. Itu termasuk anugrah karena merupakan pemberian Tuhan. Bagaimanapun pemberian Tuhan itu pasti adalah yang terbaik bagi makhluk-Nya entah seperti apa rupanya.
Jika orang-orang yang memiliki kondisi fisik tidak wajar -kita sebut saja oversize- bisa memilih bagaimana bentuk fisik yang dia inginkan, pastilah ia memilih untuk menjadi orang normal yang sempurna dan menarik. Bukan sebagai orang oversize. Tapi apa yang bisa mereka lakukan ketika Tuhan menciptakan mereka dalam kondisi oversize? Tentu mereka berusaha menerima dengan lapang. Ketika mereka berusaha untuk menerima kondisi yang sedemikian rupa, apa yang kita lakukan sebagai orang yang "merasa" normal?
Tega sekali rasanya jika kita justru mengejek orang-orang oversize yang menurut saya sangat luar biasa. Karena mereka tetap berusaha menerima dan bersyukur ketika diberi kodisi sedemkian rupa. Seandainya situasinya terbalik, orang "normal" tiba-tiba saja dirubah menjadi salah satu orang oversize, wah pasti stres berat mereka. Belum tentu bisa sesabar orang yang dari awal memang oversize.
Hey guys, sangatlah tidak adil jika kita menyalahkan teman-teman yang oversize hanya karena fisik mereka yang merupaka anugrah Tuhan sejak lahir. Bukankah inner-beauty itu terlihat dari kepribadian, dan bukan semata tampilan fisik saja?
Oh ayolah open your mind, they just oversize. Dan oversize bawaan lahir bukanlah pilihan bagi mereka :)
10.24.2013
4.25.2013
Mari Bertetangga dengan Baik :)
Islam mengatur adab bertetangga, agar hubungan sesama tetangga menyenangkan dan membahagiakan. Menurut hadis Rasulullah SAW riwayat At-Thabrani, setiap orang mempunyai hak dari tetangganya.
Pertama, mendapat pelayatan (bezuk) bila dia sakit.
Kedua, bila dia mati diselenggarakan jenazahnya.
Ketiga, kemiskinannya dirahasiakan.
Keempat, menerima ucapan menyenangkan (rasa sukacita) bila mendapat keberuntungan.
Kelima, mendapat perhatian dan ditakziahi bila dia ditimpa musibah.
Keenam, tetangganya tidak boleh meninggikan bangunan di samping bangunannya yang membuat terhalangnya angin.
Ketujuh, menerima pemberian masakan lezat yang baunya menusuk hidung.
Berdasarkan sejumlah hadis lain, adab bertetangga seperti itu dikaitkan dengan iman kepada Allah SWT dan iman kepada Hari Akhir. Bahkan, dalam sebuah hadis riwayat Al-Baihaqi, dikaitkan dengan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Menurut sebuah hadis riwayat Ahmad, sikap seseorang terhadap tetangga menentukan penempatan seseorang di akhirat kelak.
Seseorang yang disebutkan terkenal banyak shalat, sedekah, dan puasa, namun menyakiti tetangganya, dinyatakan Rasulullah sebagai penghuni neraka. Sebaliknya, seseorang yang sedikit shalat dan puasa, tetapi senang memberi kepada tetangga tanpa menyakitinya, dinyatakan Rasulullah SAW sebagai orang yang bakal masuk surga.
sedemikian pentingnya tetangga untuk meningkatkan keimanan kita.
karena kita semua adalah tetangga , mari teman-teman kita galakkan silaturahmi yg baik :)
4.18.2013
I Love The Way You Love Me – Boyzone
I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your scent lingers even when you’re not there
And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two-hour bath
And how you’ve convinced me to dance in the rain
With everyone watching like we were insane
But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul so completely
I love the way you love me
And I like the sound of old R ‘n’ B
And you roll your eyes when I’m slightly off key
And I like the innocent way that you cry
At sappy old movies you’ve seen thousands of times
(Listen to me now..)
And I could list a million things
I love to like about you
But they could all come down to one reason
I could never live without you..
lagu lama tapi masih asyik didenger :9
4.15.2013
Pecinta Alam dan (atau) Penjelajah Alam
Lama tidak menulis, rasanya tangan ini sudah kaku-kaku.
Yap, seperti pada judul saya tuliskan Pecinta Alam dan
(atau) Penjelajah Alam , sebetulnya itu adalah ekspresi kebingungan sekaligus
sedikit keprihatinan saya terhadap teman-teman yang suka berpetualang
menaklukkan alam. Bukan bermaksud meng-under estimate-kan mereka nih, saya sangat
salut pada mereka yang rela berjuang mendaki gunung lewati lembah dan lain lain
dan lain lain. Kebersamaan yang selalu mereka pertahankan, kekuatan fisik yang
benar-benar harus fit, dan pengalaman yang berbeda di setiap momen mereka
melakukan pejelajahan merupakan hal yang selalu membuat saya iri. (dari dulu
bapak nggak pernah mengijinkan saya untuk naik gunung T,T – red)
Saya nggak tahu apa yang mereka lakukan di atas gunung dan
di dalam lembah dan lain lain dan lain lain. Terkadang saya berpikir, apakah
mereka sesuai dengan nametag yang mereka bawa : Pecinta Alam. Ataukah sekedar
memuaskan keinginan batin menaklukkan alam dan menunjukkan kemampuan dalam
survival.
Sungguh ironis jika mapala yang konon kepanjangan dari
mahasiswa pecinta alam melakukan aktivitas penjelajahan namun tidak melakukan
apapun untuk alam. Kan judulnya pecinta alam, lalu apa yang sudah dilakukan
untuk alam? Memang nggak semua mapala seperti ini, banyak mapala yang
benar-benar totalitas untuk alam tapi ada juga yang mapala yang menurut saya
kepanjangannya lebih baik “mahasiswa penjelajah alam”
Mungkin pemikiran ini karena rasa iri saya yang nggak pernah
mendapat ijin dari bapak.
Tapi hey lihat lebih jauh, mungkin saya tidak punya
kesempatan jalan-jalan seperti mereka. Tapi orang-orang yang bernasib sama
seperti saya pun tetap bisa membuktikan diri bahwa kita adalah pecinta alam. Menjadi
seorang pecinta alam tidak harus dengan berkeliling dari gunung ke gunung,
lembah ke lembah, atau hutan ke hutan.
Mulailah dari hal simpel seperti tidak membuang sampah
sembarangan, dan memilah sampah organik dan non-organik. Yang lebih simpel
lagi, bawalah air minum dengan botol. Percaya atau tidak, kebiasaan baik
seperti ini selain untuk menghemat uang saku juga mengurangi produksi plastik
yang digunakan untuk botol air minum kemasan secara global. Bawa tas sendiri ketika
berbelanja sehingga tidak perlu meminta tas kresek dari toko.
Semudah itu saja untuk menjadi pecinta alam.
Jika ingin yang lebih “terlihat” lagi, kemarin saya ikut
serta dalam kegiatan reboisasi di lereng gunung Merapi yang tandus akibat
erupsi tahun lalu. Hal sederhana yang tidak setiap hari bisa saya lakukan, dan saya
sangat menikmati. Konon, 1 pohon mampu memberi oksigen untuk 2 orang. Jika yang
saya tanam bersama teman-teman kemarin ada 1000 bibit, setidaknya mampu untuk
memberi oksigen 2000 orang.
Seandainya ada kesempatan, saya ingin sekali melakukan hal
semacam itu lagi. Tidak hanya berhenti pada reboisasi, saya ingin menanam
tanaman bakau untuk mencegah abrasi air laut, dan ingin sekali ke tempat
penangkaran penyu atau binatang dilindungi lainnya.
Semoga bisa terealisasi J
Semua itu bisa dilakukan tanpa kita harus melakukan
perjalanan jauh. Karena itu, pesan yang ingin saya sampaikan untuk teman-teman
yang memiliki kesempatan lebih, alangkah baiknya sambil melakukan perjalanan
itu juga melakukan hal yang bermanfaat untuk alam. Misalnya, satu orang membawa
satu bibit untuk ditanam di gunung. Jangan membuang sampah atau bahkan ikut
membersihkan sampah yang dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mencintai alam tu sederhana. Lihatlah apa yang telah alam
berikan kepada kita dan coba untuk hidup sejalan dengan alam, bukan menaklukkan
alam.
3.18.2013
Kisah Tentang Sinta dan Meylani
Di acara televisi “Orang Pinggiran” yang tayang sore hari di
Trans7 , ditampilkan kehidupan orang-orang yang penuh dengan keterbatasan. Namun
mereka tidak menyerah pada keadaan itu.
Hari Senin 18/03/2013 ditayangkan 2 orang anak kira-kira
usianya masih SD kelas 6 dan kelas 4. Aku lupa nama kakaknya, tapi sepertinya
namanya Sinta, dan adiknya bernama Meylan. Karena aku ketinggalan acara, aku
kurang tau dimana lokasi tempat tinggal mereka. Yang pasti, sang Nenek
berbicara dalam bahasa Sunda. Mungkin sekitar Jawa Barat.
Sinta dan Meylani tinggal bersama Nenek dan seorang adik laki-laki
(yang mungkin masih kelas 1 SD). Mereka ditinggalkan oleh orang tuanya. Di usia
seperti itu, mereka berusaha mencukup kebutuhan hidup dengan berjualan emping. Pada
saat ditayangkan di televisi, keuntungan mereka sekitar 20ribu. Entah apakah
jumlah itu hanya selama syuting “Orang Pinggiran” atau memang jumlah keuntungan
yang sebenarnya. Yang jelas mereka sering kekurangan mengingat banyaknya
kebutuhan hidup yang harus mereka cukupi. Terkadang mereka harus berhutang kesana
kemari.
Yang membuat miris adalah ketika mereka berhasil
mengumpulkan 20ribu, mereka sisihkan 500 rupiah untuk jajan. Aku pikir mereka
jajan makanan ringan kesukaan anak-anak pada umumnya. Ternyata salah. Mereka hanya
membeli minuman gelas, air putih! Itupun segelas diminum untuk berdua. Getir rasanya
melihat itu. Sedih sekali.
Ketika haus setelah berjualan, terkadang mereka minta minum
ke warung yang mereka kenal, dan kalau sedang beruntung, maka pemilik warung
akan memberikan makan. Dengan lauk seadanya yang sederhana, sepiring berdua. “Enak,”
kata si kecil Meylan. Aku tersenyum melihat televisiku. Tersenyum dan menangis.
Kenapa masih ada anak-anak malang seperti mereka.
“Aku nggak punya siapa-siapa. Cuma punya kakak dan nenek. Tapi
itu cukup. Aku nggak butuh orangtua. Mereka saja cukup,”
Orangtua macam apa yang tega meninggalkan anak-anaknya
terlantar seperti ini.
Mereka punya masa depan yang sama, kesempatan yang sama, dan
harusnya perhatian yang sama seperti anak-anak yang lain.
Tuhan,
Kuatkan kami. Semoga kami termasuk orang-orang yang terbuka
hatinya dan memiliki kemampuan, kemauan, dan kesempatan untuk membantu
anak-anak kurang beruntung.
Kuatkan mereka. Semoga pengalaman hidup yang keras ini
menjadikan mereka anak-anak yang hebat di kemudian hari.
3.13.2013
Belajar Tentang Rupa Muka Tanah
ini adalah mata kuliah perencanaan tapak. harusnya dijalani saat semester 2 kemarin. tapi aku harus mengulang karena nilainya jelek. ya, mengecewakan. tapi gimana lagi kuliah harus tetap dijalani demi nilai yang lebih baik >,<
Bentuk
Muka Tanah
Relief
daratan,
terdiri atas :
1.
Gunung, yaitu daerah
yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dan ditandai dengan adanya puncak,
lereng, dan kaki gunung.
1.
Pegunungan, yaitu rangkaian
beberapa gunung, bentuknya memanjang. Contohnya pegunungan bukit barisan di
pulau sumatera.
1.
Bukit, yaitu tumpukan tanah
yang lebih tinggi dari tempat sekitarnya atau sejenis pegunungan yang tingginya antara 200 sampai 300
meter. Bukit yang berkelompok disebut perbukitan.
Pematang, yaitu suatu perbukitan
atau pegunungan yang puncaknya berderet apabila didaki dari puncak yang satu ke
puncakyang lain tidak perlu sampai ke kakinya
1.
Plato
atau Plateau, bentuk permukaan
bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relative rata dan telah
mengalami erosi.
1.
Dataran
Tinggi,
yaitu
daerah datar yang berada pada ketinggian lebih dari 700 m dpl dan berciri
sejuk.
Tebing atau jurang adalah formasi bebatuan yang menjulang secara
vertikal. Tebing terbentuk akibat dari erosi. Tebing umumnya ditemukan di daerah pantai, pegunungan dan sepanjang sungai. Tebing umumnya dibentuk oleh bebatuan yang yang
tahan terhadap proses erosi dan cuaca
1.
Lembah,
yaitu daerah ledokan/lebih rendah dari tempat sekitarnya dan berda di bawah
kaki gunung. Bisa juga diartikan sebagai daerah yang rendah di antara
dua tempat yang lebih tinggi.
1.
Cekungan, yaitu bentuk
muka bumi yang cekung yang umumnya dikelilingi oleh gunung atau pegunungan
2.
Lereng, yaitu suatu
medan atau daerah permukaan tanah yang letaknya miring, tidak horizontal dan
tidak vertikal.
1.
Depresi, adalah
bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang
disebut slenk, sedangkan yang membulat disebut basin. Misalnya, Depresi
Jawa Tengah dan Lembah Semangka.
2.
Ngarai
(Canyon),
yaitu lembah yang dalam dan sempit dengan lereng yang curam, misalnya ngarai
sianok di Sumatera Barat.
1.
Dataran
Rendah,
yaitu bagian
permukaan bumi di daerah yang relatif rata yang berada pada ketinggian kurang dari 200 m dari permukaan laut.
1.
Pantai,
adalah bagian dari darat yang terdekat dengan laut. Garis pantai adalah garis
batas antara laut dan darat. Tepi pasir atau pesisir adalah bagian dari darat
yang tergenang air ketika pasang naik dan kering ketika surut. Daratan yang terletak
di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi
sebagai berikut :
1) Teluk,
yaitu laut yang menjorok ke daratan.
2) Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
3) Delta, tanah endapan di muara sungai.
2) Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
3) Delta, tanah endapan di muara sungai.
4) Gosong, pulau yang tergenang
ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong
(gosong pasir).
(dari berbagai sumber)
3.03.2013
Menengok Masa Lalu Memandang Masa Depan
Masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan buatku. Banyak
pengalaman yang kudapat sepanjang 3 tahun di bangku SMA. Tidak hanya sekedar
mengenakan seragam putih abu-abu dan duduk manis di dalam kelas. Justru aku
sering keluar kelas meninggalkan pelajaran. Eits jangan salah, keluar kelas
bukan untuk membolos. No, aku anti membolos *ciyee*. Aku banyak urusan di luar
kelas. Dan semua urusan itu membuat kehidupan SMA-ku semakin menyenangkan.
Kalau boleh pamer, aku bendahara OSIS selama 1 periode, bendahara
ODT (organisasi kepramukaan), bendahara lustrum yg menurutku acara 5 tahunan
paling spektakuler :D
Selain itu semua aku main basket 3 taun , anggota PMR juga
nih, pernah juga terlibat jadi panitia kemah, panitia Puspanegara Debat
Competition (PED-C), panitia Puspanegara Mipa Competiton (PMC). Banyak kan?
Lumayanlah sepanjang SMA karirku cemerlang haha.
Nggak semua pengalaman yang aku dapet berakhir baik. Banyak
juga masalah yang harus dihadapi aku dan teman-teman seperjuangan. Mulai dari
kebanggaan menang basket, dan kalah dengan dipermalukan pernah dialami. Acara
yang sudah mateng tinggal ketok palu dan tiba-tiba harus dirombak total sampai
kami semua panitia inti menangis bersama. Yah itu semua pengalaman. Buatku, itu
pembelajaran yang sangat berharga.
Mungkin nggak semua orang bisa dapat pengalaman sebanyak itu
saat SMA. Dan itu sangat aku syukuri. Buat temen-temen yang punya pengalaman
sebanyak itu juga, percayalah, kita bisa jadi leader yang baik. Kita tau banyak
hal, kita lebih cepat memahami karakter orang berdasarkan pengalaman kita
bekerja sama dengan banyak orang. Jangan biarkan jiwa leader itu hilang dari
dalam diri kita.
Dan aku menyadari itu.
Langganan:
Postingan (Atom)